Jumat, 27 Januari 2012
White Coffee yang Mengundang Penasaran
Kemarin temen2 seruangan di kantor kebagian oleh2 white coffee dari salah seorang staf yang baru balik dari Malaysia dalam rangka cuti di masa studi pasca sarjana di salah satu universitas di negeri jiran tsb. Hmmm...bener-bener ya yang namanya minuman kopi itu gak ada habisnya mengalami inovasi. Yang selama ini kopi itu identik dengan warnanya yang item, atau coklat yang dikenal dengan brown coffee, sekarang muncul lagi image baru dari kopi yaitu white coffee. Awalnya sih penasaran, koq bisa kopi berubah warnah jadi white?? Dan demi mengobati penasaran aku pun langsung bertanya pada si mbah Google mengenai white coffee, dan si mbah pun menyuruhku mengunjungi lapak “tante Wikipedia” untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut. Ini dia hasilnya.
Coffee with whitener
In many English-speaking countries, "white coffee" is used to refer to regular black coffee that has had milk, cream or some other "whitener" added to it, though the term is almost entirely unheard of in the US, where the same beverage might be called "coffee light" in the New York City area, "light coffee", "coffee with milk," or even "regular coffee" in New England. Cream varieties (often called "creamers" in the U.S.), can be made of dairy milk, corn syrup derivatives, soy, or nut products. Sweeteners used include cane sugar or artificial ingredients.
White coffee should be distinguished from café au lait, in that white coffee uses room temperature milk or other whitener, while café au lait uses heated or steamed milk.
Other coffee drinks
Malaysia
In Malaysia, the original white coffee started in the town of Ipoh, referring to a drink made from coffee beans roasted in margarine, brewed and served with sweetened condensed milk in a cream-color form. Local coffee manufacturers subsequently mix instant coffee powder with non-dairy creamer or whitener and sugar together, and market the 3-in-1 mixture as White Coffee as well.
United States
In the United States, white coffee may also refer to coffee beans which have been roasted to the yellow roast level and when prepared as espresso produces a thin yellow brew, with a high acidic note. The flavor of white coffee is frequently described as nut like, with pronounced acidity.
Yemen
There is also a form of white coffee, native to Yemen, which refers to the ground shell of the coffee bean. This form of coffee earns its name from its color, and is brewed in the same manner as regular coffee, only with some spices added.
Herbal tea
"White Coffee" is an herbal tea originating from Beirut, made with orange blossom water. Traditionally served after meals in Lebanon and Syria, it is often accompanied by candied rose petals, served in decorated cups. Unlike coffee made from beans of the coffee plant, white coffee does not contain caffeine and is considered a mild sedative. In Lebanon, orange blossom water is also used as aperfume while bathing or by applying it directly to the skin.
Nah, kawan-kawan silahkan artiin sendiri ya...hehehe (itung-itung buat meningkatkan kemampuan dalam berbahasa inggris). Jadi intinya minuman white coffee itu pada dasarnya berasal dari biji kopi yang dicampur dengan susu putih, cream, atau bahan tambahan untuk “pemutih” lainya. Akan tetapi di Libanon dan Syiria, berbeda lagi. White coffee adalah semacam teh herbal yang terbuat dari air orange blossom yang disajikan secara tradisional dalam sebuah cangkir yang dihiasi. Tidak seperti kopi yang terbuat dari biji dari tanaman kopi, kopi putih tidak mengandung kafein dan dianggap sebagai obat penenang ringan. Di Lebanon, orange blossom air juga digunakan sebagai perfume saat mandi atau dengan menerapkan langsung ke kulit. Di Malaysia, “white coffee” adalah minuman yang terbuat dari biji kopi panggang di margarin, diseduh dan disajikan dengan susu kental manis dalam bentuk krim warna. Minuman ini tersedia di kedai-kedai atau rumah makan dimana akan lebih terasa nikmat dengan cara penyajian tersendiri. Seperti seorang barista yang mengolah kopi menjadi minuman kopi espresso yang nikmat, pedagang minuman white coffee juga punya cara sendiri untuk menyajikan minuman ini.
So, dengan rasa penasaran aku segera mencicipi oleh2 dari malaysia itu. Seperti kopi instan pada umumnya yang tinggal di masukkan ke dalam cangkir lalu diseduh air panas. Sambil mengaduk aku mencoba mengamati minuman itu, menghirup aromanya dan mencari-cari apa gerangan keistimewaan minuman ini. Tapiii....koq rasanya gak ada yang istimewa baik dari warna maupun aromanya ya?? Koq gak ada aroma khas kopi yang segar dan langsung menenangkan syaraf yang tegang seperti aroma terapi ya?? Hmmm...mungkin keistimewaannya ada pada rasanya. Lalu perlahan aku menyeruput minuman yang masih hangat itu dan mmmm....langsung saja keningku mengernyit tanda “tidak setuju” sama rasa yang terkecap oleh lidahku. Lalu ku coba lagi seteguk demi seteguk dan mmm....tak kutemukan kelezatannya. Yaaah mungkin karena tidak disajikan sebagaimana mestinya ya?? Hmm...aku langsung beranalisa. Beberapa minuman mungkin butuh treat khusus untuk mendapatkan kelezatannya, maka dari itu ada profesi yang bernama barista, dan bartender. Dan mungkin si white coffee ini juga salah satunya. So, the way to find the best flavour from beverages is you have to treat it best. Hehehe...begitulah hasil analisaku.dan semoga gak ada yang protes dan gak ada yang nimpuk bata *siap-siap kabur*.
sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/White_coffee
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar