
Hahahaha....eh!! datang2 langsung ngakak gak jelas.
Hehhe berasa lucu aja liat nasib blogku ini -_-" kayaknya udah lamaaaa banget tak terjamah sama pemiliknya. Dasar blogger gak bertanggung jawab!!! *nuding diri sendiri*
So,...ni mau ngapain sekarang? Eh koq malah nanya -_-".
Oke, ni kan kemarin di postingan sebelumnya aku janji mau lanjutin ngebahas masalah kontrak, tapi moodnya lagi males bahas yang berat2. Dikantor masalah itu mulu yang dihadapi. Tapi aku janji akan aku lanjutin postingan ttg kontrak (entah kapan itu). Ada banyak permasalahan penting sebenarnya, seperti kontrak tahun jamak dan eskalasi, masalah serah terima pekerjaan dan lain-lain. Tapi nanti yaaa...
Oh iya, beberapa hari ini di Jakarta sedang dilanda musim hujan. hampir tiap hari hujan turun, langit mendung tak bersemangat. Udara dingin semriwing. Katanya di beberapa tempat di jakarta mulai banjir. Ya Allah semoga saja kondisi ini tidak menjadi lebih buruk lagi.
Ada satu kebiasaan aneh dikala hujan turun. Rasanya keadaan di musim penghujan seperti langit yang mendung dan udara yang dingin dan lembab, kompak mengubah perasaan hati seketika. Perasaan mendadak mellow, tiba2 hati jadi merindu entah rindu keluarga dan kampung halaman nun jauh di sana, rindu sahabat2 lama yang lama gak ketemu, rindu pacar (bagi yang punya pacar), rindu mantan pacar (bagi yang diputusin pacar) pokoknya rinduuu ajaah.
Kenapa ya??
Menurut salah satu artikel yang pernah aku baca, bahwa sebuah perasaan aneh akan tiba-tiba muncul bersamaan dengan turunnya hujan. Sebuah perasaan yang mampu menghipnotis dan menenangkan. Dalam keadaan tenang saat hujan turun itulah secara alami berbagai kenangan dan perasaan masa lalu akan kembali muncul seperti video player mereplay adegan2 masa lalu yang berkesan.
Tik...tik...tik...bunyi hujan di atas genteng...Yup, seperti dalam lirik lagu yang sering kita dengarkan semasa kecil, bahwa hujan menghasilkan bunyi ketika butir2 air dari awan jatuh ke jalan, ke atap rumah, ke daun2 di pepohonan. Bunyi yang meski kadang mengganggu akan tetapi bisa juga menjadi sangat merdu yang sekali lagi bisa merubah perasaan mendadak melankolis.
Seperti beberapa waktu yang lalu saat sedang menempuh perjalanan dari Jakarta menuju kota Bandung, tiba2 hujan turun. Jadilah sepanjang jalan aku ber-galau ria sambil menatap bulir2 air hujan yang jatuh membasahi kaca jendela mobil. Terbayang rumah dan keluarga tercinta. Bermil-mil jarak di antara kami. Tiada tempat berlindung yang paling nyaman selalin di rumah. Tidur dikamar tercinta, menghangatkan tubuh dengan selimut kesayangan, atau meringkuk di sofa ruang tengah sambil nonton acara kesukaan di televisi bersama keluarga, atau gak ngumpul di meja makan sambil menikmati teh manis anget plus pisang goreng atau sup ayam yang dihidangkan anget2 huaaahhh....
Semua itu mungkin sudah tidak bisa lagi aku nikmati sekarang dalam perantauanku ini. Paling tidak sampai aku menyempatkan diri untuk mudik ke kampung halaman. Namun,Apapun kondisiku saat ini, rasa syukur harus tetap aku genggam dan sikap sabar harus tetap aku peluk, karena keduanya adalah senjata seorang mukmin yang ingin bahagia dimanapu dan kapanpun.
P.s. Outside is now raining
Jakarta, Sebelas Januari '12
Tidak ada komentar:
Posting Komentar