Sabtu, 28 Januari 2012

Liburan Dan Sepeda

Berhubung sekarang lagi weekend, sekarang aku mau share tentang sesuatu yang kita lakukan disaat weekend. Hari ini aku mau cerita tentang LIBURAN. Siapa yang yang tak suka sama aktifitas yang satu ini?? Liburan kalau boleh dibilang adalah salah satu kebutuhan primer buat manusia. Coba saja bayangkan kalau setiap hari manusia hanya berkutat dengan kerjaan, siang dan malam yang dipikirin cuma nyari duit tanpa sedikitpun meluangkan waktu untuk berlibur sekedar buat refreshing, maka kita ibaratkan ia seperti sebuah mesin yang bekerja nonstop. Nah bisa dibayangin sendiri seperti apa akibatnya. Namun ada beberapa dalam masyarakat kita yang tidak begitu memperdulikan arti penting dari liburan. Apalagi kalau bukan karena tersandung oleh masalah keuangan. So, bersyukurlah kita yang masih memiliki kesempatan untuk merasakan nikmatnya berlibur, Kalau gitu yuk mari kita sama-sama mengucapkan ALHAMDUUULILLAAAAH. Kali ini aku mau berbagi nikmatnya liburan sambil bersepeda. Tentu saja tidak semua tempat liburan menyediakan fasilitas bersepeda. Tapi, kalau teman-teman semua berkesempatan berlibur ke tempat yang memungkinkan untuk bersepeda apalagi ada fasilitas penyewaan sepeda, maka saranku JANGAN DISIA-SIAKAN!!! Seperti baru-baru ini, aku berkesempatan untuk mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah. Huaaah...setelah setahun hijrah ke Jakarta, baru ada kesempatan main ke TMII yang dulu begitu aku kagumi lewat layar kaca. Bersama kedua temanku yuni dan riski kami berangkat ke TMII naik kendaraan umum, maklum saja kami bertiga adalah pendatang di ibukota dan belum mapan, sehingga kemana-mana masih naik angkutan rakyat hehehe...nah sesampainya kami disana, kamipun bingung gimana caranya mengitari semua wahana yang ada. Secara luas banget bok...untungnya ada stand penyewaan sepeda tarifnya lumayan murah hanya Rp. 10.000/jam. Dan langsung saja kami menyewa sepeda untuk mengitari TMII seharian. Tadinya kami bertiga milih sepeda jenis tandem 3, itu loooh yang bisa dinaikin bertiga. Kami pikir pasti menyenangkan naik itu. Namun akhirnya sepedanya kita tukarin lagi sama sepeda biasa aja, jadi naiknya sendiri-sendiri. Ternyata susah juga mengendalikan si tandem 3 itu. Yang ada kami bertiga heboh sendiri sama sepedanya. Hampir nabraklah, hampir jatuhlah, mana susah beloknya...aduuuh...udah, dari pada cuma jadi tontonan pengunjung lain maka kami meutuskan untuk ganti sepeda. Dan mulailah kami bertualang di TMII.
Sewaktu berlibur ke Bali bulan Desember tahun kemarin, aku juga punya cerita tentang Liburan dan Sepeda. Waktu itu aku dan rombongan menginap di cottage Kedisan desa Kintamani. Sungguh itu waktu liburan yang paling berkesan buatku. Nanti aku ceritain pada edisi selanjutnya ya...dijamin seru (heleh). Kali ini aku mau fokus ke sepedanya dulu. Kebetulan waktu itu pemilik cottagenya menyediakan sepeda yang bisa dipakai oleh para tamu yang menginap untuk sekedar mengitari desa sambil menikmati pemandangan danau. Jadi sepedanya gak bisa dibawa pulang ya...hehehe. Dan aku pun tak mau melewatkan kesempatan untuk bersepeda. Mengingat pemandangannya begitu menggiurkan dan pilihan bersepeda sambil menikmati pemandangan adalah yang paling tepat. Sumpah, percaya deh. Badan jadi sehat, pikiran tenang dan mata terpuaskan dengan pemandangan yang indah. Jadi, 3 keuntungan dalam satu aktifitas. Hmm...menyenangkan bukan??
Pemandangan desa di sepanjang pesisir danau batur
siap-siap bertualang

Jumat, 27 Januari 2012

White Coffee yang Mengundang Penasaran

Kemarin temen2 seruangan di kantor kebagian oleh2 white coffee dari salah seorang staf yang baru balik dari Malaysia dalam rangka cuti di masa studi pasca sarjana di salah satu universitas di negeri jiran tsb. Hmmm...bener-bener ya yang namanya minuman kopi itu gak ada habisnya mengalami inovasi. Yang selama ini kopi itu identik dengan warnanya yang item, atau coklat yang dikenal dengan brown coffee, sekarang muncul lagi image baru dari kopi yaitu white coffee. Awalnya sih penasaran, koq bisa kopi berubah warnah jadi white?? Dan demi mengobati penasaran aku pun langsung bertanya pada si mbah Google mengenai white coffee, dan si mbah pun menyuruhku mengunjungi lapak “tante Wikipedia” untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut. Ini dia hasilnya. Coffee with whitener In many English-speaking countries, "white coffee" is used to refer to regular black coffee that has had milk, cream or some other "whitener" added to it, though the term is almost entirely unheard of in the US, where the same beverage might be called "coffee light" in the New York City area, "light coffee", "coffee with milk," or even "regular coffee" in New England. Cream varieties (often called "creamers" in the U.S.), can be made of dairy milk, corn syrup derivatives, soy, or nut products. Sweeteners used include cane sugar or artificial ingredients. White coffee should be distinguished from café au lait, in that white coffee uses room temperature milk or other whitener, while café au lait uses heated or steamed milk. Other coffee drinks Malaysia In Malaysia, the original white coffee started in the town of Ipoh, referring to a drink made from coffee beans roasted in margarine, brewed and served with sweetened condensed milk in a cream-color form. Local coffee manufacturers subsequently mix instant coffee powder with non-dairy creamer or whitener and sugar together, and market the 3-in-1 mixture as White Coffee as well. United States In the United States, white coffee may also refer to coffee beans which have been roasted to the yellow roast level and when prepared as espresso produces a thin yellow brew, with a high acidic note. The flavor of white coffee is frequently described as nut like, with pronounced acidity. Yemen There is also a form of white coffee, native to Yemen, which refers to the ground shell of the coffee bean. This form of coffee earns its name from its color, and is brewed in the same manner as regular coffee, only with some spices added. Herbal tea "White Coffee" is an herbal tea originating from Beirut, made with orange blossom water. Traditionally served after meals in Lebanon and Syria, it is often accompanied by candied rose petals, served in decorated cups. Unlike coffee made from beans of the coffee plant, white coffee does not contain caffeine and is considered a mild sedative. In Lebanon, orange blossom water is also used as aperfume while bathing or by applying it directly to the skin. Nah, kawan-kawan silahkan artiin sendiri ya...hehehe (itung-itung buat meningkatkan kemampuan dalam berbahasa inggris). Jadi intinya minuman white coffee itu pada dasarnya berasal dari biji kopi yang dicampur dengan susu putih, cream, atau bahan tambahan untuk “pemutih” lainya. Akan tetapi di Libanon dan Syiria, berbeda lagi. White coffee adalah semacam teh herbal yang terbuat dari air orange blossom yang disajikan secara tradisional dalam sebuah cangkir yang dihiasi. Tidak seperti kopi yang terbuat dari biji dari tanaman kopi, kopi putih tidak mengandung kafein dan dianggap sebagai obat penenang ringan. Di Lebanon, orange blossom air juga digunakan sebagai perfume saat mandi atau dengan menerapkan langsung ke kulit. Di Malaysia, “white coffee” adalah minuman yang terbuat dari biji kopi panggang di margarin, diseduh dan disajikan dengan susu kental manis dalam bentuk krim warna. Minuman ini tersedia di kedai-kedai atau rumah makan dimana akan lebih terasa nikmat dengan cara penyajian tersendiri. Seperti seorang barista yang mengolah kopi menjadi minuman kopi espresso yang nikmat, pedagang minuman white coffee juga punya cara sendiri untuk menyajikan minuman ini. So, dengan rasa penasaran aku segera mencicipi oleh2 dari malaysia itu. Seperti kopi instan pada umumnya yang tinggal di masukkan ke dalam cangkir lalu diseduh air panas. Sambil mengaduk aku mencoba mengamati minuman itu, menghirup aromanya dan mencari-cari apa gerangan keistimewaan minuman ini. Tapiii....koq rasanya gak ada yang istimewa baik dari warna maupun aromanya ya?? Koq gak ada aroma khas kopi yang segar dan langsung menenangkan syaraf yang tegang seperti aroma terapi ya?? Hmmm...mungkin keistimewaannya ada pada rasanya. Lalu perlahan aku menyeruput minuman yang masih hangat itu dan mmmm....langsung saja keningku mengernyit tanda “tidak setuju” sama rasa yang terkecap oleh lidahku. Lalu ku coba lagi seteguk demi seteguk dan mmm....tak kutemukan kelezatannya. Yaaah mungkin karena tidak disajikan sebagaimana mestinya ya?? Hmm...aku langsung beranalisa. Beberapa minuman mungkin butuh treat khusus untuk mendapatkan kelezatannya, maka dari itu ada profesi yang bernama barista, dan bartender. Dan mungkin si white coffee ini juga salah satunya. So, the way to find the best flavour from beverages is you have to treat it best. Hehehe...begitulah hasil analisaku.dan semoga gak ada yang protes dan gak ada yang nimpuk bata *siap-siap kabur*. sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/White_coffee

Rabu, 25 Januari 2012

New Year, New Outlook

Phiiiuuuft.......beres juga ni blog setelah sempat aku- si empunya blog- merasa jijay sendiri sama isi blog ini (hehehe...koq ada yak blogger kayak aku??). Yup sesuai judulnya, di tahun baru ada tampilan baru dari blogku. Bukan hanya tampilan tapi isinya juga baru , setelah aku menyingkirkan postingan2ku yang super unyu ituh...(hueks). Jadi sodara2 blog ini sempat membuatku minder (setelah dikritik sama salah satu blogger) karena isinya kebanyakan puisi2 dan syair2 nan mellow bin syahdu hasil “kreasiku” ketika patah hati (alamak). Tapi sekarang berhubung postingan super galau itu telah ku musnahkan jadi bolehlaah blog ini aku pusblish. Bukan apa2 sih, aku takutnya kalau postingan itu sampai kebaca orang, ntar aku bisa didakwa sedang melakukan “penggalauan massal”. No...no..no...aku sama sekali tak berniat demikian. Sesungguhnya aku sangat ingin menjadi penulis yang bisa mencerdaskan kehidupan bangsa bukannya menggalaukan kehidupan bangsa. So para pembaca sekalian...(kayak pembacanya banyak ajah) mulai saat ini aku akan perkaya blogku dengan tulisan2 yang bermanfaat selain catatan harian aku yang kira-kira pantas buat dishare. Selamat menikmati “secangkir coffe latte”-ku , and cheer up our life...

Rabu, 11 Januari 2012

H.U.J.A.N


Hahahaha....eh!! datang2 langsung ngakak gak jelas.
Hehhe berasa lucu aja liat nasib blogku ini -_-" kayaknya udah lamaaaa banget tak terjamah sama pemiliknya. Dasar blogger gak bertanggung jawab!!! *nuding diri sendiri*
So,...ni mau ngapain sekarang? Eh koq malah nanya -_-".
Oke, ni kan kemarin di postingan sebelumnya aku janji mau lanjutin ngebahas masalah kontrak, tapi moodnya lagi males bahas yang berat2. Dikantor masalah itu mulu yang dihadapi. Tapi aku janji akan aku lanjutin postingan ttg kontrak (entah kapan itu). Ada banyak permasalahan penting sebenarnya, seperti kontrak tahun jamak dan eskalasi, masalah serah terima pekerjaan dan lain-lain. Tapi nanti yaaa...
Oh iya, beberapa hari ini di Jakarta sedang dilanda musim hujan. hampir tiap hari hujan turun, langit mendung tak bersemangat. Udara dingin semriwing. Katanya di beberapa tempat di jakarta mulai banjir. Ya Allah semoga saja kondisi ini tidak menjadi lebih buruk lagi.
Ada satu kebiasaan aneh dikala hujan turun. Rasanya keadaan di musim penghujan seperti langit yang mendung dan udara yang dingin dan lembab, kompak mengubah perasaan hati seketika. Perasaan mendadak mellow, tiba2 hati jadi merindu entah rindu keluarga dan kampung halaman nun jauh di sana, rindu sahabat2 lama yang lama gak ketemu, rindu pacar (bagi yang punya pacar), rindu mantan pacar (bagi yang diputusin pacar) pokoknya rinduuu ajaah.
Kenapa ya??
Menurut salah satu artikel yang pernah aku baca, bahwa sebuah perasaan aneh akan tiba-tiba muncul bersamaan dengan turunnya hujan. Sebuah perasaan yang mampu menghipnotis dan menenangkan. Dalam keadaan tenang saat hujan turun itulah secara alami berbagai kenangan dan perasaan masa lalu akan kembali muncul seperti video player mereplay adegan2 masa lalu yang berkesan.
Tik...tik...tik...bunyi hujan di atas genteng...Yup, seperti dalam lirik lagu yang sering kita dengarkan semasa kecil, bahwa hujan menghasilkan bunyi ketika butir2 air dari awan jatuh ke jalan, ke atap rumah, ke daun2 di pepohonan. Bunyi yang meski kadang mengganggu akan tetapi bisa juga menjadi sangat merdu yang sekali lagi bisa merubah perasaan mendadak melankolis.
Seperti beberapa waktu yang lalu saat sedang menempuh perjalanan dari Jakarta menuju kota Bandung, tiba2 hujan turun. Jadilah sepanjang jalan aku ber-galau ria sambil menatap bulir2 air hujan yang jatuh membasahi kaca jendela mobil. Terbayang rumah dan keluarga tercinta. Bermil-mil jarak di antara kami. Tiada tempat berlindung yang paling nyaman selalin di rumah. Tidur dikamar tercinta, menghangatkan tubuh dengan selimut kesayangan, atau meringkuk di sofa ruang tengah sambil nonton acara kesukaan di televisi bersama keluarga, atau gak ngumpul di meja makan sambil menikmati teh manis anget plus pisang goreng atau sup ayam yang dihidangkan anget2 huaaahhh....
Semua itu mungkin sudah tidak bisa lagi aku nikmati sekarang dalam perantauanku ini. Paling tidak sampai aku menyempatkan diri untuk mudik ke kampung halaman. Namun,Apapun kondisiku saat ini, rasa syukur harus tetap aku genggam dan sikap sabar harus tetap aku peluk, karena keduanya adalah senjata seorang mukmin yang ingin bahagia dimanapu dan kapanpun.

P.s. Outside is now raining
Jakarta, Sebelas Januari '12